Pantaskah Bila Muslim Ikut Perayaan Natal? – Episode 12.1

Artikel di bawah ini sudah diperbaharui dengan video yang memiliki suara

“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus [Al-Masih], Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:10-14).

Pada episode ini, Video “Lika-Liku Keluarga Ahmad Soeparno” mengangkat tema mengenai Pantaskah Bila Muslim Ikut Perayaan Natal.” Tema ini diangkat karena umat Muslim mempunyai pandangan berbeda mengenal hal tersebut. Bagaimana firman Allah menjelaskannya? Haramkah hukumnya mengikuti atau bahkan sekedar mengucapkan selamat Natal?

Lewat video di bawah ini Anda akan menemukan jawabannya!

 

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah sebenarnya makna kedatangan (kelahiran) Isa Al-Masih ke dunia?
  2. Manakah lebih baik, merayakan kelahiran Isa secara jasmani, atau merayakan kelahiran-Nya secara rohani? Jelaskan alasannya!
  3. Setujukah saudara bahwa semua umat beragama, termasuk Muslim pantas merayakan Natal? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-81000-718.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Komentar (6)

  • Avatar

    Mangihut Tua Panjaitan

    |

    ~
    Semua keyakinan yang diakui di NKRI adalah membangun. Beberapa hal kita butuhkan ialah kedewasaan, kecerdasan dan kebijaksanaan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terimakasih Sdr. Mangihut komentar Anda di atas. Saya sangat setuju, sebagi bagian dari NKRI kita perlu membangun bangsa ini.

      Dalam membangun bangsa yang bermartabat, kita memerlukan kedewasaan, kecerdasan, dan kebijaksanaan. Dan di atas semua itu adalah kita harus menjadi orang yang percaya akan adanya Tuhan. Karena segala sesuatu akan dapat terjadi bila Allah mengijinkan.

      Firman Allah mengatakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 6:33).

      ~
      Saodah

  • Avatar

    Muhammad Rizal

    |

    ~
    Tidak perlu dibahas, karena tanpa ucapan itu pun, kami tidak akan mengurangi nilai toleransi kami kepada agama lain. Dalam Islam sangat menjunjung toleransi tapi tidak untuk yang merusak aqidah dan tauhid kami.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Saya setuju dengan Anda. Sebagai sesama umat beragama, kita perlu menjunjung tinggi sikap toleransi. Andai saja seluruh umat beragama di Indonesia mempunyai pemikiran seperti Anda dan juga melaksanakannya, tentu akan tercipta damai di negeri kita ini.

      Namun sayangnya, jangankan untuk mengucapkan ‘selamat hari Natal’ kadang untuk merayakan hari Natal itupun sering dihalang-halangi.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Yus edward

    |

    ~
    Islam cinta damai, Kristen penuh kasih sayang, Hindu, Budha, KongHucu tidak suka bertengkar. Ini harus menjadi landasan dan sokoguru dalam membangun toleransi antar setiap pemeluk agama dan aliran kepercayaan lainnya yang ada di bumi NKRI. Salam.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Seperti tanggapan saya pada komentar Sdr. Muhammad Rizal di atas. Andai saja seluruh umat beragama di Indonesia mempunyai pandangan yang sama seperti Anda dan Sdr. Muhammad Rizal, maka akan tercipta kedamaian di NKRI.

      Namun faktanya, Anda dapat melihat sendiri bagaimana mereka yang menyebut sebagai mayoritas menindas mereka yang minoritas. Sungguh disayangkan!
      ~
      Saodah

Tinggalkan komentar


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Penonton yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
  2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari tiga pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir video.
  3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
  4. tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
  5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
  6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam


 huruf tersedia

Bulletin Berkala Isa dan Al-Fatihah

Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran
 
 

Kami mengirim email berkala. Anda bisa keluar kapan saja
Kebijakan privasi kami melindungi keamanan email Anda 100%

Video Isa dan Islam di Facebook

Tweet Terbaru

Bagaimana jika kita berpuasa setiap tahun dengan cara yang salah? Apakah Allah akan menerima puasa kita?isadanalquran.com/ayat-lainny…