Ketika Anda melihat lampu atau pernah-pernik Natal lainnya, reaksi apa yang muncul dalam pikiran Anda? Mungkin, Anda sebagai Muslim akan menolaknya. Karena sebagian besar Mukmin percaya bahwa Natal hanya perayaan agama umat Nasrani.
Tapi, tahukah Anda bahwa pengertian “Terang Natal” terdapat dalam Al-Quran?
Tonton video ini hingga selesai untuk menemukan jawabannya!
Bila Anda mempunyai pertanyaan atau pandangan lain, silakan mengemail staff kami atau kirimkan pertanyaan singkat Anda lewat WA/SMS ke 0812-9530-4930.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa Isa Al-Masih berani mengatakan diri-Nya “Terang Dunia” yang ada persamaan dengan Asma’ul Husna Allah, An-Nur artinya Maha Pemberi Cahaya?
- Karena Natal merupakan kelahiran Isa Al-Masih, “Cahaya yang Menerangi Dunia” menurut Qs 5:46, mengapa sebagian orang Islam enggan merayakan Natal?
- Setelah menonton video di atas, bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan seorang Muslim juga boleh merayakan kelahiran Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-9530-4930.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

~
Kalau Natal itu bukan untuk kelahiran Isa. Jika mau dirayakan sebagai kelahiran Isa, maaf silahkan umat Muslim yang rayakan. Sebab Isa beda dengan Yesus. karena di Al-Quran tidak ada Yesus, yang ada adalah Isa.
Sedangkan di Alkitab tidak ada Isa yang ada adalah Yesus. Kedua hall ini tidak bisa disamakan, diserupakan, karena tempat lahir, geografis, ibu kandung, saudara-Nya, cara meninggal, murid-Nya, umur melakukan mujizat beda semua antara Yesus dan Isa.
~
Saudara Ahmad,
Terima kasih untuk paparannya. Memang seharusnya Natal dirayakan oleh semua orang, karena Natal adalah kelahiran Sang Juruselamat bagi umat manusia. Natal identik dengan cahaya yang akan memberikan terang.
Dalam Kitab Suci Injil Isa Al-Masih berkata “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12). Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
Lakum dinukum waliadin, jangan Anda samakan makhluk Allah dengan Allah. Jangan Anda samakan an nur Isa dengan asmaul husna Allah. Bagi Muslim, Anda tersesat.
~
Saudara Dirgan,
Kami menghargai pendapat saudara. Membaca Injil secara menyeluruh akan menolong saudara mengenal hakikat Isa Al-Masih sesungguhnya.
Kitab suci Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar manusia. Isa Al-Masih berfirman, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23).
Bagaimana perasaan saudara mengetahui bahwa Isa Al-Masih berasal dari atas?
~
Salma
~
Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Kita saling menghormati dan jangan jadikan ajaran Islam sebagai pembenar dari perayaan agama saudara.
~
Saudara Wawan,
Kami sangat setuju bahwa kita harus saling menghormati dan kami tidak menjadikan ajaran saudara sebagai pembenaran.
Tujuan situs ini tentu untuk memperkenalkan siapa Isa Al-Masih yang sesungguhnya, sebab ada banyak ajaran yang tidak menyatakan dengan sesungguhnya siapa Isa Al-Masih. Isa Al-Masih nuzul ke dunia dan mengambil rupa manusia tetapi Dia tetap memiliki hakekat Allah.
Kedatangan-Nya ke dunia, karena manusia sudah berjalan dalam gelap, sehingga manusia memerlukan terang yang sesungguhnya. Isa Al-Masih pernah berkata “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil, Rasul Bersar Yohanes 8:12).
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal tersebut?
~
Salma
~
Ini iklan adalah misi-misi Misionaris, mau memurtadkan orang yang sudah beragama Islam.
~
Saudara Edelwis,
Kami memiliki tujuan untuk memperkenalkan Isa Al-Masih kepada semua orang, termasuk Kristen. Sebab banyak umat beragama yang belum mengenal Isa Al-Masih dengan benar.
Hanya Isa Al-Masih cahaya yang dibutuhkan manusia. Isa Al-Masih berfirman, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injl, Rasul Besar Yohanes 8:12).
Ini menjelaskan bahwa manusia membutuhkan Isa Al-Masih agar dapat berjalan dalam kegelapan. Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
Khaliq berbeda dengan makhluk. Menanggapi pertanyaan pertama, apakah menurut Anda apabila seseorang “berani” menyebut dirinya dengan asma Allah, lantas dia setara/sama?
~
Saudara Lin,
Kami setuju dengan saudara bahwa Khalik berbeda dengan mahluk. Itu sebabnya, Khalik dapat nuzul ke dunia dan menjadi manusia. Sedangkan manusia tidak bisa terangkat ke sorga.
Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang nuzul ke dunia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dengan demikian, ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah.
Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
Gusdur berkata begitu karena posisi sebagai Presiden menunjukkan bukan hanya umat Muslim yang memiliki beliau tapi seluruh penduduk RI, hal itu menggambarkan sikap toleransi dari Muslim.
Umat Muslim karena berakal sehat memercayai bahwa Tuhan tidak dilahirkan, tidak mati, tidak makan-minum, tidak mohon pertolongan dll karena itu sifat makhluk. Sifat-sifat makhluk hidup adalah fana, tidak sempurna, ada awal/kelahiran, ada akhir mati dan punah, memerlukan makan minum, ada berkembang biak dll. Qs. 4:157.
~
Saudara Danu,
Kami sangat menghargai pemahaman saudara. Kami yakin bahwa saudara sepakat dengan kami bahwa Allah berkuasa, bukan?
Jika memang kita sepakat bahwa Allah berkuasa, maka kami sangat yakin saudara juga percaya bahwa Allah bisa melakukan sesuatu yang Dia kehendaki. Allah nuzul ke dunia dan mengambil rupa manusia bukan berarti Dia meninggalkan natur keilahian-Nya.
Sekalipun Dia menjadi manusia sempurna, Dia masih memiliki natur Allah yakni suci dan kekal. Dalam Injil, Surat 2 Korintus 5:21 “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita…”
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek” (Qs.18:29).
~
Saudara Gun,
Terima kasih untuk kutipan ayat yang menarik yang saudara berikan. Ayat tersebut menyatakan bahwa “Kami” telah berikan pada orang zalim itu neraka.
Kami pernah membaca dalam Al-Quran menyatakan bahwa “…tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71). Dengan kata lain, neraka adalah sesuatu yang sudah ditetapkan .
Semua manusia telah berdosa bahkan tidak ada yang benar, untuk itu akibat dari dosa maka hukumannya maut (kematian kekal). Mungkinkah manusia terbebas dari hukuman neraka?
Isa Al-Masih pernah berkata “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
Kalau Sang Juru Selamat harusnya dihormati oleh banyak kaum, bukan disalib (disakiti), apa ada Tuhan disakiti? Agama ini juga suka ikut melakukan kegiatan yang berdosa.
Banyak bintang porno memakai salib sebagai bukti kekristenan. Maklum agama warisan penjajah, pembunuh, pemerkosa, tidak dengan cara baik disebarkan. Merusak kitab orang, menodai wanita muslimah lalu diajak murtad.
~
Saudara Wongso,
Memang Isa Al-Masih dihormati. Bahkan Pilatus sangat menghormati Isa Al-Masih karena ia tidak menemukan kesalahan Isa Al-Masih walaupun ia terpaksa menyalibkan Isa Al-Masih.
Ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih merelakan diri-Nya mati di kayu salib. Isa Al-Masih berfirman, “…Anak Manusia datang…untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).
Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
Bagi kami umat Muslim, Isa as hanyalah seorang nabi dan rosul, Dia bukan Tuhan. Isa As bukan Yesus, kaum Kristen percaya Yesus dianggap Juruselamat. Yesus sendiri tidak selamat buktinya dia terpanggang di tiang salib. Bagaimana mungkin seorang Juruselamat sendiri celaka.
~
Saudara Moch,
Kami sangat menghargai apa yang saudara paparkan. Memang umat Muslim meyakini bahwa Isa Al-Masih adalah nabi.
Seorang nabi biasanya dipilih Allah dari dunia ini untuk menyampaikan wahyu Allah pada manusia. Lantas bagaimana dengan Isa Al-Masih, dari manakah Dia berasal? Dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23 menuliskan “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.”
Baik nabi dan manusia berasal dari dunia ini dan bukankah hanya Allah yang datangnya dari atas (surga)?
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
Kalau Anda ingin rayakan, rayakan saja sendiri. Tidak usah mengajak-ngajak seperti itu. Agama Anda memang sudah terbiasa melakukan penyamaran, rekayasa dan mengarang cerita.
Memberi bantuan untuk menarik simpati. Walau caranya sudah tidak seperti waktu penjajahan dahulu. Bila menolak masuk Kristen akan dibunuh, disiksa, diperkosa atau orangtuanya dibantai sehingga mau mengikuti ajaran agama penjajah ini.
~
Saudara Wongsolo,
Kami sangat menghargai pandangan saudara, tetapi sangat disayangkan apa yang saudara tuduhkan itu bukanlah ajaran Isa Al-Masih. Banyak orang yang melakukan tindakan kekerasan tetapi benarkah itu ajaran Allah yang benar.
Ajaran Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan untuk membenci, membunuh, menyiksa dan sebagainya. Bahkan hal yang sangat luar biasa, Isa Al-dalam Injil, Rasul Besar Matius 5:44 mengatakan “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma