Bagaimana aku bisa yakin masuk surga setelah meninggal? Pertanyaan ini selalu muncul dan menghantuiku. Awalnya aku bisa menjawab secara sederhana pertanyaan tersebut. “Selama hidup kita harus takwa dan banyak beramal.”
Namun jawaban itu tidak pernah memuaskan hatiku. Hingga akhirnya, aku menemukan jawabannya!
Tonton video ini hingga selesai untuk menemukan jawabannya!
Bila Anda mempunyai pertanyaan atau pandangan lain, silakan mengemail staff kami atau kirimkan pertanyaan singkat Anda lewat WA/SMS ke 0812-9530-4930.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Yakinkah Anda mampu melewati jembatan Shiratal Mustaqim dengan mudah? Bagaimana jika tidak mampu?
- Jelaskanlah keyakinan Anda bagaimana dapat melewati semua perjalanan dan hukuman setelah kematian agar akhirnya bisa masuk ke surga?
- Bagaimana pendapat Anda bahwa hanya Isa yang mampu memberikan jaminan selamat?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-9530-4930.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

~
Kalian tukang ngibul. Diawal saya serius memperhatikan iklan ini tau-taunya menuhankan manusia. Sejatinya nabi sama seperti 24 nabi lainnya.
~
Saudara Abu,
Terima kasih untuk tanggapan saudara. Menarik apa yang saudara katakan bahwa menuhankan manusia. Ijinkan kami bertanya, manakah yang lebih mungkin manusia menjadi Allah atau Allah menjadi manusia?
Allah memiliki sifat kekal dan suci. Kami yakin saudara sepakat dengan kami bahwa tidak ada satu manusia di dunia ini yang memiliki sifat suci dan kekal, bukan? Lantas bagaimana dengan Isa Al-Masih?
Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang nuzul ke dunia dan mengambil rupa manusia. Tetapi sekalipun Dia menjadi manusia, Dia tetap memiliki natur suci yakni tidak berdosa bahkan tidak terhamiri dosa. Dalam Injil, Surat 2 Korintus 5:21 “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita…”
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
Menanggapi tanggapan mba salma ke Abu Furqon,
Dalam keyakinan mbak, Tuhan menjelma jadi manusia untuk ibaratnya memberikan jalan Tol ke surga. Jadi tidak perlu lagi itu ada 5 tantangan untuk ke surga, kalo ikut keyakinan mbak 5 rintangan tadi lewat gitu ya.
Jadi yang bisa saya simpulkan, mungkin itu alasan kaum dari agama mbak melakukan kekejaman di masa lalu dan masa kini, menjajah bangsa kami dan bangsa lainnya dengan keji, bahkan hingga sekarang menyebarkan senjata untuk perang.
~
Saudara Nurahman,
Terima kasih untuk responnya ya. Hanya Allah yang berkuasa memberikan jaminan surga bagi manusia. Sayangnya ada banyak manusia yang tidak memahami hal ini sehingga manusia mengusahakan sendiri agar bisa masuk surga.
Perihal tentang kekejaman yang dilakukan oleh penjajah terhadap negara jajahannya. Tentu hal itu bukan ajaran dari Alkitab. Jika seseorang mengaku orang Kristen tentu mereka tidak melakukan hal demikian, mengapa? Karena Kristen itu awalnya bukanlah agama, tetapi Kristen adalah julukan kepada para pengikut Kristus. Mereka dikatakan Kristen adalah orang yang hidupnya dan ajarannya sesuai dengan apa yang diajarkan Kristus.
Isa Al-Masih pernah berkata “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi…Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:34-35).
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma
~
Saya mengimani Isa Al-Masih, tapi sebagai Nabi dan Rasul. Bukan sebagai Tuhan. Karena Tuhan hanya ada satu.
~
Saudara Yogi,
Kami sependapat dengan saudara bahwa hanya ada satu Tuhan. Baik umat Muslim dan Kristiani mempercayai bahwa hanya ada satu Tuhan.
Manusia tidak saja meyakini tentang adanya satu Tuhan, tetapi perlu mengetahui bagaimana sifat Tuhan yang sesungguhnya.
Kasih Tuhan ini tidak terbatas hanya pada orang-orang yang sudah dekat dengan-Nya, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Sebagaimana dikatakan dalam Injil Surat Roma 5:8 “Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Inilah yang Allah lakukan bagi manusia, dan saudara juga perlu merasakan kasih-Nya.
~
Salma