Saya seorang Muslim penyitas perang Iran. Delapan saudara kandung saya terbunuh waktu perang. Ibu dan satu-satunya saudara perempuan saya dipenjara dalam waktu yang cukup lama. Saya sendirian menjaga ayah yang sekarat, hingga akhirnya meninggal dunia.
Melihat kenyataan itu saya sangat marah dan tidak bisa mengampuni. Namun, sekarang saya sudah bisa! Inilah perjalanan hidup saya bagaimana akhirnya saya bisa mengampuni.
Bila Anda mempunyai pertanyaan atau pandangan lain, silakan mengemail staff kami atau kirimkan pertanyaan singkat Anda lewat WA/SMS ke 0812-9530-4930.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Anda tentang kesaksian di atas?
- Menurut Anda, apakah penyebab seseorang tidak dapat mengampuni sesamanya?
- Pernahkah Anda membuat rasa benci yang dalam terhadap seseorang, dan bagaimana Anda menanganinya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-9530-4930.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

~
Luar biasa, proses penundukan diri sehingga ego, kemarahan tidak lagi berkuasa atas hidupmu, mengijinkan Roh Kudus berkarya dalam hidupmu. Be blessed
~
Saudara Zea,
Kami berterima kasih untuk pendapat saudara di atas. Kami menyadari bahwa sikap saling menghargai diperlukan dalam forum diskusi ini.
Kami menemukan hal ini dari kitab suci Injil di mana Isa Al-Masih memberikan contoh nyata untuk menghargai semua kalangan.
Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Salma