Rahmat Allah Bagi Umat Berdosa

“Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81)

Allah itu Maha Adil. Oleh sebab itu, Dia akan menghukum setiap orang yang melanggar firman-Nya. Sayangnya, tidak satu pun umat manusia dapat melakukan perintah Allah dengan sempurna. Artinya, semua manusia telah melanggar firman Allah, sehingga semua manusia pasti masuk neraka.

Namun Allah mempunyai sifat lain, yaitu Maha Kasih. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, Dia telah memberikan Rahmat-Nya. Agar barangsiapa menerima Rahmat-Nya tersebut, akan terhindar dari siksa kekal di neraka.

Ilustrasi yang terdapat pada video berikut akan menjelaskan kepada Anda. Bagaimana besarnya Rahmat Allah bagi seluruh umat manusia. Juga, bagaimana cara Anda mendapat Rahmat-Nya itu. Silakan klik video di bawah ini.

 

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Tentu Anda setuju dengan sifat Allah yang maha adil dan maha kasih. Menurut Anda, bagaimanakah cara Allah menyatakan kedua sifat-Nya tersebut secara bersamaan, terhadap dosa manusia?
  2. Video di atas menggambarkan seorang ayah yang menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung oleh putranya. Menurut Anda, apakah yang mendasari si ayah mau melakukannya?
  3. Menurut Anda, apakah tindakan yang dilakukan si ayah dalam cerita tersebut, juga sanggup dilakukan Tuhan demi umat-Nya? Jelaskanlah!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, baik dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-81000-718.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Tags: , ,

Komentar (114)

  • Avatar

    Mustika Nugroho

    |

    ~
    Video cukup bagus. Di situ digambarkan bagaimana kasih dan keadilan Allah dapat bertemu. Akan lebih bagus lagi, bila Allah Tritunggal yang Esa juga dapat tergambarkan. Misalnya yang jadi pengkhianat adalah pemimpin sekelompok orang. Raja Leon (lambang Allah Bapa) hendak menghukum semuanya. Namun putra tunggalnya Samuel (lambang Allah Anak) rela berkorban demi keselamatan mereka semua. Sang Permaisuri (lambang Roh Kudus) ikut berpartisipasi, misalnya mengobati luka-luka pangeran hingga sembuh.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Mustika Nugroho,

      Terimakasih untuk apresiasi dan juga masukan yang Anda berikan. Mungkin kami dapat mempertimbangkannya untuk dipakai pada video-video berikutnya yang akan kami buat.

      Jika Anda mempunyai talenta dalam bidang video dan ingin membagikan video Anda di situs ini, kami tidak keberatan untuk memberikan tempat untuk memuat video Anda.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    gopal

    |

    ~
    Ini pembodohan, tidak masuk akal. Allah tidak perlu menjadi maanusia untuk mengampuni dosa manusia. Kalau Raja Leon sebagai Allah, lalu siapa yang jadi algojo. Apa mungkin Allah sang maha kuasa ada yang berani menghukumnya?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Ggopal,

      Video di atas hanya ilustrasi untuk menjelaskan bagaimana besarnya kasih Allah bagi manusia. Jika seorang ayah saja mau mengorbankan dirinya bagi anaknya, terlebih Tuhan Sang Pencipta. Bukankah Anda percaya bahwa Tuhan maha pengasih?

      Jika Anda tidak dapat mengerti dan memahami betapa dalam dan besarnya kasih Allah atas hidup Anda, maka Anda tidak akan pernah dapat memahami makna pengorbanan-Nya bagi keselamatan dan hidup kekal Anda.

      Kiranya Anda berkenan merenungkan firman Allah berikut ini, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [kata kiasan untuk Yesus/Isa], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Agus

    |

    ~
    Website ini buatan Nasrani. Tujuannya untuk menarik umat Islam yang dangkal pemahaman aqidahnya.

    Admin, jawaban Anda ngawur. Firman Allah yang mana yang mengatakan “……..mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.”

    Coba tunjukkan surat apa dan ayat berapa dalam Al-Quran. Ajaran Islam mengharamkan Allah SWT mempunyai anak. Masa Tuhan berkeluarga? Berarti percuma dong sifat yang Maha Esa disematkan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Agus,

      Sepertinya Anda salah dalam memaknai firman Allah yang Anda kutip di atas. Karena yang dimaksud dengan kata “Anak-Nya” dalam ayat tersebut, bukan ‘anak’ dalam artian biologis.

      Sdr. Agus, pernahkah Anda mendengar kata “anak kunci”? Jika Anda mendengar kata ini, apakah Anda lantas berpikir bahwa kunci hamil, lalu melahirkan seorang anak? Jelas tidak, bukan?

      Anda akan berkata bahwa kata ‘anak kunci’ hanya kata kiasan saja. Demikian juga halnya kata “Anak-Nya” pada ayat yang Anda kutip. Hanya kata kiasan saja.

      Isa Al-Masih disebut “Anak” Allah karena Ia dengan sempurna telah menyatakan kasih Allah bagi manusia. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/pq7m8hd.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    tisna ustagama

    |

    ~
    Katakan bahwa Allah itu satu. Di sini menggunakan Yang Maha Menciptakan dan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia suci yang diperjuangkan Siti Maryam. Dimulai dari tuduhan, diasingkan. Dan Allah membuktikannya, Nabi Isa menjawab pertanyaan orang-orang masih dalam buaian ibunya.

    Pertanyaan lain adalah anak siapa? kekuasaan ini yang diemban Nabi Isa. Secara manusiawi diakui sebagai anak Allah dan hanya Nabi Isa yang paham tentang Allah dan seorang Bapa saat dinaikkan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Tisna,

      Terimakasih atas penjelasan yang Anda berikan. Jadi, menurut Anda siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu? Apakah Dia hanya nabi, seperti nabi-nabi pada umumnya, yang kebetulan lahir dari seorang perawan. Ataukah Ia lebih dari sekedar nabi?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    yustin

    |

    ~
    Masing-masing yang beriman berhak meyakini, mempertahankan, dan menyebarkan keimanannya. Masing-masing kita memang kemudian diuji untuk menjaga stabilitas emosi kita ketika keimanan kita terusik.

    Sebagai Muslim, saya juga berhak menyebarkan kebenaran Islam, tapi tentu saja dengan tetap menjunjung toleransi. Karena bila hidayah Islam sudah datang ke jiwa manusia, bahkan seorang raja atau pendeta sekalipun tidak akan mampu menolaknya. Apalagi hanya seorang blogger. Bukankah sejarah sudah membuktikan?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Benar yang Anda katakan, setiap orang dapat menyebarkan keyakinannya. Termasuk Anda pun saya rasa tidak salah jika ingin menyebarkan agama Anda. Tentu dalam hal ini kita tidak dapat memaksakan keyakinan kita pada orang lain. Karena hal itu tidak sesuai dengan undang-undang di Indonesia, dan juga Al-Quran, bukan?

      Demikian juga halnya dengan video di atas. Hanya sekedar memberi ilustrasi betapa Allah begitu mengasihi umat-Nya. Termasuk mereka yang berdosa. Allah ingin agar manusia tahu, bahwa manusia hanya dapat terhindar dari hukuman dosa, semua karena anugera Allah, bukan hasil usaha manusia itu sendiri.

      “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    yustin

    |

    ~
    Al-Quran sebagai kitab penyempurna sudah menjawab semuanya termasuk masalah Isa. Bahkan perilaku semua manusia.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Umat Muslim memang percaya bahwa Al-Quran merupakan kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Kami merasa tidak!

      Jika benar Al-Quran adalah kitab penyempurna, seharusnya isi Al-Quran 100% adalah perkataan Allah. Tapi sayangnya, Al-Quran juga mengutip dongeng-dongeng yang terdapat dalam injil palsu.

      Bagaimana mungkin kitab yang mengutip isi dari injil palsu dapat disebut sebagai penyempurna Kitab Allah? Informasi selengkapnya, dapat Anda baca pada artikel ini: http://tinyurl.com/h95634h.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Nasrul

    |

    ~
    Namanya pengkhianat harus dihukum, yang berdosa harus bertanggung=jawab sendiri atas dosanya. Itulah keadilan.

    Kalau ada yang menebus dosa, buat apa hukum dibuat? Semua utusan Allah datang untuk meluruskan kesalahan dan kekeliruan, bukan menggantikan dosa kaumnya. Mereka yang tidak mau ikut akan ditinggal dan diacuhkan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Betul yang Anda katakan. Siapa bersalah, dia harus dihukum. Itulah hukum manusia!

      Bagaimana jika Allah mempunyai hukum berbeda atas manusia berdosa, apakah manusia akan menolaknya karena tidak sesuai dengan hukum manusia? Tentu tidak, bukan? Karena Allah maha berkuasa.

      Dalam Al-Quran tertulis, “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81) Ayat ini menyatakan dengan jelas, bahwa setiap manusia yang sudah berdosa, tidak dapat keluar dari dosanya itu.

      Lagi, Kitab Suci Injil menuliskan, “Sebab upah dosa ialah maut . . .” (Injil, Surat Roma 6:23) Artinya, setiap orang yang berdosa akan menerima hukuman kekal, yaitu maut.

      Allah yang maha pengasih tidak ingin umat-Nya binasa di neraka. Itulah sebabnya Kalimatullah [Isa Al-Masih] datang ke dunia untuk membawa jaminan keselamatan. Dikatakan, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Nasrul

    |

    ~
    Yang ada itu rahmat Allah bagi ummat yang taat. Bukan pendosa kecuali pendosa itu bertaubat.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Menurut Anda, siapakah yang membutuhkan dokter. Orang sakit atau orang sehat? Tentu orang sakit, bukan?

      Demikian juga dengan rahmat Allah. Manusia berdosa sangat membutuhkan rahmat Allah. Agar dengan rahmat-Nya itu, manusia dapat kembali kepada Allah. Dan lagi, adakah manusia yang seumur hidupnya dapat taat dan tidak pernah sama sekali berdosa? Saya rasa tidak! Karena semua manusia sudah jatuh dalam dosa, sehingga semua manusia membutuhkan rahmat Allah.

      “Sebab karena kasih karunia [rahmat] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 3:8).

      Tanpa rahmat dari Allah, Anda dan saya akan binasa selamanya di neraka.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    fajrin

    |

    ~
    Bagaimana bisa Isa Anak Allah? Sedangkan Nabi Muhammad lebih dulu hidup dari Isa. Nabi Muhammad kamu tahu bahwa bapak roh dan Adam bapaknya manusia?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Fajrin, sepertinya Anda sudah mendapat pengajaran yang sangat salah. Bagaimana mungkin Anda berkata Muhammad lebih dulu hidup dari Isa Al-Masih? Tahukah Anda, Muhammad lahir sekitar 600 tahun setelah Isa Al-Masih naik ke sorga.

      Anda perlu belajar lebih banyak lagi tentang Islam dan sejarah berdirinya Islam. Bacalah dari buku-buku yang sudah terjamin kebenarannya. Jangan asal percaya begitu saja dengan apa yang Anda dengar. Alhasil, Anda mempunyai pengetahuan yang salah.

      Tentang Isa sebagai Anak Allah, perlu kami sampaikan bahwa kata “Anak Allah” di sini bukan berarti anak secara biologis, seperti Anda adalah anak dari ayah Anda. Kata “Anak Allah” di sini hanya kata kiasan saja. Seperti halnya ketika kita berkata “anak kunci” atau “anak tangga.”

      Lalu, apakah yang dimaksud dengan “Isa Al-Masih sebagai Anak Allah?” Anda dapat membaca penjelasan kami di sini: http://tinyurl.com/pbuq3xf.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Dimas seto

    |

    ~
    Ini pasti yang membuatnya orang Nasrani untuk mengelabui umat Islam. Lihat baik-baik di atas terdapat lambang Nasrani yaitu (salib). Mana ada lambang Islam ada salibnya.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terlepas dari siapakah yang membuat video di atas, bagaimana pandangan Anda tentang makna dari video tersebut? Apakah Anda percaya tentang rahmat dari Allah bagi manusia yang berdosa?

      Dengan kata lain, apakah Anda percaya bahwa keselamatan di akhirat dari diperoleh dengan hasil usaha Anda, atau hanya melalui rahmat Allah semata?

      Renungkanlah firman Allah berikut ini, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    aldy

    |

    ~
    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (Qs 2:120).

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terimakasih untuk kutipan ayat yang Anda berikan di atas. Jika tidak keberatan, dapatkah Anda menjelaskan apa maksud kutipan ayat berikut ini:

      “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Galih

    |

    ~
    Yesus/Isa Al-Masih itu siapa?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Galih,

      Terimakasih untuk pertanyaan Anda. Menurut kami, pertanyaan yang sangat penting sekali untuk diketahui setiap orang, siapakah Yesus itu sebenarnya.

      Dalam Kitab Suci Injil, Yesus berkata “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

      Ketika satu Pribadi menyatakan bahwa Ia adalah yang awal dan yang akhir, berarti Pribadi tersebut tidak berpermulaan. Artinya, Ia kekal adanya. Umat beragama percaya bahwa “kekal” adalah sifat Allah.

      Lalu, siapakah Yesus sehingga Dia berani mengklaim diri-Nya kekal?

      Anda dapat membaca penjelasan yang lebih jelas tentang Pribadi Yesus, pada artikel ini: http://tinyurl.com/c4phapd.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Kita umat beragama, masing-masing punya pedoman. Video di atas hanya sebuah ilustrasi. Masing-masing bisa merasakan kasih sayang Allah. Dan yang pasti Allah tidak akan memberi apa yang kita inginkan, tetapi Dia memberi jalan untuk menuju yang kita inginkan. Itulah sejatinya kasih sayang Allah.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kami setuju dengan Anda. Dan Allah tahu persis bahwa manusia tidak dapat mengusahakan sendiri keselamatannya. Itulah sebabnya Kitab Suci Allah berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

      Allah menghendaki semua manusia terhindar dari hukuman dosa, yaitu kebinasaan kekal di neraka. Untuk itu, Allah memberi satu jalan untuk diikuti oleh semua umat-Nya. Itulah sejatinya bentuk kasih sayang Allah bagi umat-Nya. Manusia berdosa!
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Tetapi Anda salah Ibu Saodah. Anda mengatas-namakan Allah lalu Anda jatuhkan. Saya tidak tahu apa hukuman untuk Anda. Yang pasti Allah maha adil, tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang luput dari pengawasan-Nya. Hanya amal dan takwamulah yang bisa selamatkan dirimu.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Maaf Sdr. Hamba Allah, kami kurang mengerti pernyataan Anda di atas. Bila Anda tidak keberatan, bagian manakah dari penjelasan saya sebelumnya yang salah? Atau, apakah Anda tidak setuju bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah?

      Perhatikanlah firman Allah berikut ini, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

      Manusia adalah mahkluk yang lemah terhadap dosa. Setiap saat manusia bisa jatuh dalam dosa. Bila hanya mengandalkan kekuatan sendiri, mustahil manusia dapat membersihkan dirinya dari dosa-dosa. Dan Allah yang maha suci itu, tidak akan membiarkan sedikit dosapun masuk ke sorga-Nya yang kudus.

      Masihkah Anda mengatakan bahwa amal dan takwa dapat menyelamatkan seseorang dari hukuman dosa?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Aloysius Sugiyanto

    |

    ~
    Saya salut dan bangga terhadap Staf Isa dan Islam ini. Pengetahuan Anda tentang Alkitab dan Al-Quran sangatlah mendalam. Saya menyadari juga, walaupun Anda sudah banyak menjelaskan secara detail sekali, tetapi kalau bukan Roh Kudus yang bekerja terhadap rekan bicara Anda, tetap saja mereka itu tidak paham/bebal. Karena setan masih menyelimuti jalan pemikiran mereka, sehingga mereka tidak mampu melihat Cahaya Kemulian Allah di dalam Tubuh Kristus/Isa Al-Masih. Baca Kolose 1:19.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terimakasih untuk apresiasi yang Anda berikan.

      Benar yang Anda katakan. Hanya Roh Kudus yang dapat menyingkapkan hati seseorang dari kegelapan, sehingga dia dapat melihat Terang dan Cahaya Kemulian Allah.

      Sebagaimana firman Allah berkata, “aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan” (Injil, Surat 1 Korintus 3:6-7).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    yesica

    |

    ~
    Katakanlah tiada Tuhan selain Allah, dan Isa Al-Masih bukan pula nabiku, nabiku ialah: Nabi Isa Alaihi Salam dan nabi terakhir umat Islam ialah: Nabi Muhammad.

    Kalian boleh perkenalkan kami “umat Islam” dengan agama kalian. Dan saya kenalkan pula agama kami “agama Islam.”

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Benar yang Anda katakan, Muhammad adalah nabi umat Islam. Beberapa alasan mengapa orang Kristen menolak Muhammad sebagai nabi Allah, dapat Anda baca pada artikel ini: http://tinyurl.com/cj969my.

      Lewat forum ini, kami bukan ingin memperkenalkan “agama Kristen” kepada Anda atau pengunjung lainnya. Sebab, apapun agama seseorang, tidak dapat menjaminnya masuk sorga. Karena agama tidak menyelamatkan.

      Perhatikanlah perkataan Isa Al-Masih berikut ini, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

      Bila sudah ada yang pasti, mengapa harus mengikuti yang tidak pasti?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    yesica

    |

    ~
    Kata siapa agama tidak bisa menjamin masuk surga? Agama ku indah. Penuh dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Berpegang teguh dengan keimanan.

    Siapa Tuhanmu: Tuhan ku ialah Allah.
    Siapa nabimu: Nabiku ialah Nabi Muhammad.
    Apa agamamu: Agama ku adalah Islam.
    Apa kitabmu: Kitabku adalah Al-Quran.
    Itulah pertanyaan yang akan dilontarkan Rokip dan Atit semasa di alam barzah.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Bicara soal sorga dan neraka, hal tersebut berhubungan dengan dosa. Bukan dengan agama. Artinya, layak atau tidak Anda masuk sorga, tidak berdasarkan jawaban atas pertanyan-pertanyaan yang Anda sebutkan di atas.

      Jadi, apa dasar seseorang layak masuk sorga? Jawabanya adalah kesucian! “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).

      Allah itu maha suci. Dia tidak akan mentolerir setitik dosa pun masuk ke dalam sorga-Nya. Artinya, hanya orang-orang yang sudah disucikan yang boleh masuk sorga-Nya.

      Lalu, dengan cara apa seseorang dapat suci? Melalui Isa Al-Masih. Bukan amal ibadah! Itulah sebabnya Isa berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    nyomantaufiq

    |

    ~
    Semua menganggap benar. Jadi kalau begini, coba jalankan agama masing-masing dan berdoa pada Tuhan, agar diberi jalan yang satu untuk bersama.

    Tidak udah berdebat. Berdoalah pada Tuhanmu untuk kita semua. Nanti Tuhan yang memutuskan kemana kalian akan dikehendaki.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Tentang kebenaran Allah kita dapat mempelajari lewat firman-Nya. Sehingga menurut kami salah besar bila kita harus menunggu hari penghakiman Tuhan tiba, untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

      Masalahnya, apakah kita mau mengetahui isi hati Allah yang terdapat dalam Kitab Suci-Nya? Inilah yang sebagian umat beragama tidak berkenan melakukannya. Mereka lebih memilih pasrah pada takdir. Atau, hanya tunduk pada ajaran pemimpin agamanya tanpa terlebih dahulu mencari kebenarannya.

      “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Saya setuju dengan Anda Tuan Nyoman Taufiq. Istigfarlah Nona Yesica.

    Semua akan kembali pada Sang Pencipta. Lalu apa yang bisa dibanggakan ketika sudah berhadapan dnegan Dia.

    Tugas saya hanya mengingatkan kepada situs ini, bahwa tidak baik bila saling menjatuhkan. Dekatkanlah diri kalian pada Sang Pencipta. Jangan seperti ini.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terimakasih Sdr. Hamba Allah untuk saran dan masukan yang Anda berikan.

      Namun sebelumnya, kiranya Anda tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan kami. Bila menurut Anda situs ini salah, bagian manakah yang sudah salah?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    agus

    |

    ~
    Setiap pertanyaan dijawab dengan baik oleh Anda. Saya tanya ke Anda, bedanya anak kunci dan kunci apa? Anak tangga dengan tangga adalah satu kesatuan. Tidak bisa dipisah.

    Manusia mengaku anak Tuhan, dibilang kiasan. Astagfirrulloh tanyakan kelubuk hati yang terdalam, Alloh menyayangi anak cucu Adam.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Seperti yang Anda katakan bahwa anak tangga dengan tangga adalah satu kesatuan. Demikianlah gambaran “Anak Allah” yang ditujukan kepada Isa Al-Masih. “Anak Allah” dalam hal tersebut adalah kiasan. Bukan berarti Allah berhubungan badan dengan seorang wanita dan melahirkan Isa Al-Masih.

      Lalu, apa makna gelar “Anak Allah” yang ditujukan bagi Isa Al-Masih? Anda dapat menemukan jawabannya pada artikel ini: http://tinyurl.com/pq7m8hd.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Asidiq

    |

    ~
    Kalimat Sang Pencipta bukan hanya Al-Quran, Injil, Zabur. Tapi semua yang ada di jagat raya ini adalah Kalimat-Nya. Gunanya untuk memberikan penjelasan kepada orang bodoh yang hanya berpegang pada kalimat Tuhan yang berbentuk tulisan saja, yang banyak persepsi dan kontroversi.

    Pertanyaan yang benar tanyakan pada dirimu sendiri, bukan pada orang lain. Sudah benarkah keyakinan saya? Apakah hati saya sudah suci tidak ada kedengkian kepada sesama mahluk Tuhan?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kalau boleh tahu, apa yang menjadi alasan Anda mengatakan bahwa semua jagat raya adalah Kalimat Allah? Apakah Anda mengerti apa yang dimaksud dengan “Kalimat” Allah?

      Kami setuju dengan perkataan Anda. Bahwa kita perlu bertanya pada diri sendiri tentang iman dan keyakinan kita.

      Nah, Anda sendiri bagaimana. Apakah Anda sudah yakin bahwa iman yang Anda pilih sudah benar? Apakah Anda sudah suci dan layak masuk ke sorga-Nya kelak bila ajal sudah menjemput?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Riyanti

    |

    ~
    Allah SWT memberikan rahmad dan ridho-Nya hanya kepada orang-orang yang mau bertaubat dari dosanya. Mana ada Allah akan memberi rahmad dan ridho-Nya kepada orang-orang yang tidak mau bertaubat dari dosanya.

    Mana ada orang yang berbuat dosa terus selama hidupnya dan tidak mau bertaubat, tiba-tiba Allah memberi rahmad. Senak sekali orang yang berbuat dosa terus di dunia, di akhirat langsung Allah memberi rahmad.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Riyanti,

      Bila Allah hanya memberi rahmad-Nya bagi orang-orang yang mau bertaubat, berarti Allah yang demikian adalah Allah yang kasih-Nya pamrih.

      Tuhan yang disembah umat Kristen adalah Tuhan yang memberi kasih-Nya tanpa pamrih. Dia mengasihi semua orang. Baik mereka yang taat dan setia kepada-Nya, maupun mereka yang melupakan-Nya.

      Itulah sebabnya Kitab Suci Injil mengatakan bahwa “Anak manusia [Isa Al-Masih] datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Injil, Rasul Lukas 19:10).

      Nah, apakah Anda ingin menyembah Tuhan yang kasih-Nya pamrih, atau Tuhan yang memberi kasih-Nya kepada Anda tanpa pamrih?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Riyanti

    |

    ~
    “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).

    Manusia yang selama hidupnya diliputi dosanya dengan berbuat syirik dengan menyamakan Allah dengan manusia, maka Allah tidak akan memberikan rahmad-Nya kepada orang yang sudah diliputi dosanya karena perbuatan syirik.

    Yang melakukan dosa perbuatan syirik itu yang mati kekal di neraka.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sepertinya Anda begitu ahli dalam menafsirkan ayat Al-Quran. Terbukti, Anda dapat berkata bahwa yang dimaksud dalam Qs 2:81 adalah orang yang melakukan dosa syirik. Sementara sangat jelas ayat tersebut mengatakan “barangsiapa berbuat dosa.”

      Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Termasuk Anda dan saya pun pasti berdosa. Baik yang kita sengaja, maupun tidak. Qs 2:81 berkata, orang-orang berdosa kekal di neraka. Juga Kitab Suci Injil berkata “upah dosa adalah maut.”

      Kami bersyukur karena Tuhan kami memiliki kasih agape. Kasih-Nya tanpa pamrih. Dia begitu mengasihi umat-Nya dan tidak ingin umat-Nya binasa kekal di neraka. Dia memberi anugerah keselamatan bagi umat-Nya melalui Isa Al-Masih, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

      Dengan demikian, kami tidak akan menjadi penghuni kekal dalam neraka seperti yang tertulis dalam Qs 2:81 tersebut.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Mohon maaf, bukan saya tidak ingin menjawab pertanyaan Anda. Hanya saja Anda yang tidak peka.
    “dan sesungguhnya, yang kemudian itulah, yang baik bagimu dari pada permulaan” (Surah ad-duha ayat 4).

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Tidak semua yang terakhir lebih baik daripada permulaan. Terlebih bila ayat itu mengacu kepada firman Allah.

      Kami percaya firman Allah “iya dan amin.” Firman-Nya sempurnah sehingga tidak perlu ada pembaharuan atau penyempurnaan. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).

      Bila ayat tersebut mengacu kepada Muhammad yang diyakini umat Muslim sebagai nabi terakhir. Menurut kami kita pun perlu menyelidikinya terlebih dahulu.

      Isa berkata, “Akulah terang dunia.” Dia juga berkata “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Isa Al-Masih juga menjamin keselamatan umat-Nya. Bahkan Dia menyediakan tempat bagi umat-Nya di sorga. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).

      Lalu, bagaimana dengan sang nabi terakhir itu? Apakah yang dia janjikan bagi pengikutnya?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Kau telah membantah sabda Allah dengan mengatakan “tidak semua yang terakhir lebih baik daripada permulaan. Terlebih bila ayat itu mengacu kepada firman Allah.”

    Sedangkan hamba Allah tidak pernah membantah firman Tuhanmu. Apakah ini yang diajarkan Tuhanmu? Sungguh kau sudah tersesat.

    Aku mengenal banyak orang Kristen tetapi tidak seperti mu. Mereka menghargai sabda Allah, mereka menghargai umat Islam. Tidak seperti dirimu. Bahkan situs ini menghapus ayat Al-Quran yang aku tulis.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Hamba Allah,

      Seperti yang sudah kami sampaikan di atas. Kami mempercayai firman Allah itu sempurna. Dia sempurna sejak dalam kekekalan hingga selama-lamanya. Maka, firman yang sudah sempurna itu tidak perlu disempurnakan lagi.

      Bila firman itu sudah sempurna, apakah ada manfaatnya untuk mencari mana yang baru dan mana yang lama? Bila firman itu sudah sempurna, apakah menolak yang baru sama artinya membantah firman Allah? Bukankah sedari semula firman itu sudah sempurna?

      Lain hal bila Anda mempercayai firman Allah itu tidak sempurna. Sehingga Anda memerlukan yang baru, yang lebih sempurna dari yang pertama Allah firmankan.

      Mungkin Anda bersedia menyembah Allah yang firmannya tidak sempurna. Allah yang firmannya perlu disempurnakan. Tapi maaf, kami tidak berkenan menyembah allah yang demikian. Karena Allah yang kami sembah adalah Allah yang maha sempurna. Dia sempurna dalam setiap perkataan yang difirmankan-Nya.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Perlukah saya berkata untuk menjelaskan agama yang telah Allah turunkan?

    Sepertinya tidak perlu. Kau punya pedoman, aku pun sama. Kau punya pendirian, aku pun sama. Pada dasarnya kita semua sama. Yang menurunkan kitabmu dan Al-Quran ku sama. Yang berbeda hanya waktu turunnya pedoman kita masing-masing.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Jika Anda ingin menjelaskan tentang agama yang diturunkan Allah, silakan. Kami tidak keberatan. Namun satu hal yang perlu Anda ketahui, Allah tidak pernah menurunkan satu agama apapun. Dan ketika Ia mengutus nabi-nabi-Nya, mereka ditugaskan untuk memberitakan kasih Allah, bukan untuk menyebarkan satu agama tertentu. Karena apapun agama Anda, tidak dapat menjamin Anda pasti masuk sorga.

      Maaf, menurut kami yang memberi kitab ku (Injil) dengan kitab mu (Al-Quran) bukan Pribadi yang sama. Andai Injil dan Al-Quran diwahyukan oleh Allah yang sama, tentulah isinya tidak akan bertentangan. Sebab, bagaimana mungkin Allah yang maha sempurna itu memutar-balikkan perkata-Nya sendiri?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Ale itam

    |

    ~
    Setiap orang punya agama dan kepercayaannya masing-masing. Cukup imani dan yakini agamanya masing-masing. Tidak perlu mengusik dan menyalahkan mana yang benar dan mana yang salah hingga ada debat yang akhirnya bisa memicu keributan dan perselisihan.

    Lakum dinukum waliyadin” bagi kamu agama mu dan bagi ku agama ku (Q.S Al-kafirun 109:6).

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kami setuju dengan perkataan Anda, bahwa seharusnya sesama umat beragama tidak perlu saling mengusik dan menyalahkan satu sama lain.

      Tapi, bila umat beragama itu mau saling diskusi tentang keyakinan dan imannya masing-masing, bukankah tidak salah? Itulah yang kami harapkan lewat forum ini. Kita dapat bersama-sama belajar tentang iman kita masing-masing. Sehingga, apa pun iman dan keyakinan kita, kita mengimaninya karena kita mengerti dan memahami. Bukan karena tradisi atau keturunan dari orang tua.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Ale itam

    |

    ~
    Iya memang ada baik berdiskusi satu sama lain tentang agama dan keyakinannya masing-masing. Tapi yang ditakutkan nantinya bukan diskusi yang ada, tapi malah debat yang bisa memicu keributan.

    Islam dan Kristen adalah dua agama yang sejalan. Keduanya sama-sama agama Allah. Allah yang menurunkan kedua kita ini melalui perantaraan nabi. Cuma sekarang bedanya, di dalam Kristen beranggapan Tuhan itu ialah Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. Sedangkan dalam Islam, Isa hanyalah utusan Allah dan Tuhan yang sebenarnya itu hanyalah Allah SWT.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sejauh Anda bergabung di forum ini, apakah Anda melihat ada debat yang berujung kepada keributan? Menurut kami tidak ada! Sejauh kita dapat mengedepankan sifat santun, maka menurut kami keributan itu tidak akan pernah terjadi.

      Maaf, kami tidak setuju dengan pernyatan Anda yang mengatakan Kristen adalah agama Allah. Kekristenan mengimani bahwa Allah tidak pernah menurunkan sebuah agama. Termasuk agama Kristen. Allah mengutus nabi-nabi-Nya untuk menyatakan kasih-Nya bagi manusia. Bukan untuk menyebarkan satu agama tertentu.

      Sepertinya pengetahuan Anda tentang Kekristenan masih sangat minim sekali. Bila Anda ingin tahu lebih jauh tentang kekristenan, silakan melihat video-video lain dalam situs ini.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Mahendra

    |

    ~
    Selamat siang, mungkin saya boleh bertanya. Coba sebutkan di halaman berapakah Nabi Isa menyatakan “Akulah Isa Tuhan dan sembahlah Aku?”

    Kalau di Al-Quran jelas. Siapa Tuhan dan siapa utusan (nabi).

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Pertanyaan ini sudah sangat sering dilontarkan umat Islam. Bila saja Anda dan teman-teman Muslim lain mau meluangkan waktu untuk membaca Alkitab, maka Anda akan menemukan begitu banyak ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih itu adalah Tuhan yang layak untuk disembah.

      Berikut saya beri satu contoh perkataan Isa tentang hal itu. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

      Menurut Sdr. Mahendra, adakah manusia berhak mengatakan bahwa ia kekal? Bukankah hanya Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi yang layak disebut sebagai Alfa dan Omega? Lantas, menurut Anda mengapa Isa berani berkata seperti itu?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Harry

    |

    ~
    Nasrani itu memang benar. Tapi di zaman Nabi Isa as. Setelah lahirnya Nabi Muhammad, dialah nabi akhir zaman dan penyempurna seluruh agama. Dan kita sekarang umat akhir zaman, apa mungkin mengikuti ajaran lama/agama yang belum sempurna?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Umat Muslim memang mempercayai Muhammad sebagai nabi terakhir dan Islam sebagai penyempurna seluruh agama di dunia.

      Sayangnya, sejak zaman Adam hingga zaman Isa Al-Masih, Allah tidak pernah berkata bahwa untuk dapat masuk ke dalam sorga Allah, adalah dengan memeluk satu agama tertentu. Lalu, apa gunanya agama penyempurna bila tidak dapat menjamin pengikutnya masuk sorga?

      Di sisi lain Isa Al-Masih dengan tegas berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

      Bila sudah ada yang menjamin, mengapa saya harus memilih yang tidak pasti?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Saya memang bukan ahli Kitab. Tapi saya bisa menghargai dan menghormati agama dan kitabmu.
    Percayalah, musuhku yang nyata bukanlah dirimu, agamamu atau kitabmu. Melainkan jin atau setan.
    Makhluk itu akan bersorak-ria melihat kekacawan sesama umat beragama dan tidak akan berhenti merusak umat manusia hingga kiamat tiba.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Maaf, di sini kami bukan untuk mencari musuh. Kami pun tidak pernah menganggap Anda sebagai musuh. Di forum ini kita bertemu bersama-sama untuk saling berdiskusi. Bukan untuk mencari musuh.

      Benar yang Anda katakan, jin atau setan akan terus menggoda manusia agar jatuh dalam dosa. Seperti yang saya jelaskan pada komentar Anda sebelumnya. Tujuan Allah mengutus nabi-nabi-Nya adalah untuk memberitakan kasih Allah. Agar manusia yang selalu jatuh dalam godaan iblis itu, mempunyai “Jalan” untuk masuk ke sorga Allah yang suci.

      Nah, apakah Anda ingin mengetahui “Jalan” itu? Bila Anda ingin mendapat penjelasan lebih lengkap, Anda dapat mengemail saya di: saodah@idionline.info.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Elisa

    |

    ~
    Untuk apa Tuhan menciptakan neraka, jika Tuhan yang akan menembus dosa anak manusia? Apakah Tuhan yang akan masuk neraka? Saudara tidak seharusnya mencantumkan kata Staff Islam. Karena Anda berbicara menurut kepercayaan Anda, bukan ajaran Islam. Ajaran Islam tidak boleh membicarakan agama Islam berdasarkan pemikiran sendiri. Segala sesuatu harus bersumber dari Al-Quran dan sunah. Kalau Anda ingin berbicara masalah ajaran Islam, saya sarankan agar Anda terlebih dulu belajar.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      “Untuk apa Tuhan menciptakan neraka, jika Tuhan yang akan menembus dosa anak manusia?” Menurut saya pertanyaan Anda salah.

      Yang benar adalah “Apakah ada manusia yang dapat mengusahakan sendiri keselamatannya tanpa pertolongan Allah”?

      Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

      Yang akan menjadi penghuni neraka adalah mereka yang menolak Kasih Karunia Allah, karena merasa dapat mengusahakan sendiri keselamatannya.

      Bila Sdr. Elisa ingin tahu lebih banyak tentang ajaran Isa Al-Masih, dapat mengemail saya di: saodah@idionline.info.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Hamba Allah

    |

    ~
    Saya menghargai agama Anda, saya menghargai yang Anda yakini. Tapi tolong hargai juga agama lain.
    Saya kurang setuju atas apa yang Anda lontarkan dibawah ini.

    “Umat Muslim memang percaya bahwa Al-Quran merupakan kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Kami merasa tidak! Jika benar Al-Quran adalah kitab penyempurna, seharusnya isi Al-Quran 100% adalah perkataan Allah. Tapi sayangnya, Al-Quran juga mengutip dongeng-dongeng yang terdapat dalam injil palsu.”

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Maaf bila apa yang sudah kami tuliskan membuat Anda merasa tidak nyaman.

      Di sini saya lampirkan link dari sebuah artikel yang menjelaskan “Empat Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah.” Silakan klik di sini: http://tinyurl.com/jvf5pka.

      Bila Anda sudah membaca artikel tersebut dan ada pernyataan yang salah, saya tidak keberatan untuk mendiskusikannya dengan Anda. Di sini boleh, atau lewat email juga boleh. Email saya: saodah@idionline.info. Terimakasih!
      ~
      Saodah

  • Avatar

    ewien

    |

    ~
    Mohon maaf sebelumnya. Saya hanya ingin bertanya, “mengapa Tuhan disalib?”

    Bila menolong dirinya sendiri saja tidak bisa, bagaimana dia mau menolong kita?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Ewien,

      Justru Isa Al-Masih disalib untuk menolong Anda dan saya. Agar setiap orang yang percaya kepada-Nya dan menerima anugerah keselamatan yang dibawa-Nya, tidak binasa di neraka jahanam.

      Isa berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

      Nah, maukah Sdr Ewien menerima anugerah keselamatan tersebut dan terhindar dari siksa neraka jahanam?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Nurul

    |

    ~
    Kalau menurut anggapan agama Nasrani Nabi Isa adalah Tuhan. Lalu siapa yang menciptakan manusia-manusia sebelum Nabi Isa lahir?

    Dan kalau Anda katakan Nabi Isa putra Bapa. Kenapa bukan Bapanya yang Anda sembah, kenapa anaknya yang Anda sembah?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Yang menciptakan manusia tentu Tuhan Pencipta alam semesta. Sebelum Isa Al-Masih datang ke dunia melalui proses kelahiran, bukan berarti Ia belum ada.

      Dalam Kitab Suci Injil Isa Al-Masih berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Ini adalah bukti bahwa Isa Al-Masih itu kekal.

      Al-Quran menuliskan, “Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19). Adakah manusia yang suci? Jelas tidak! Karena suci adalah sifat Allah, bukan?

      Juga, salah satu hadist mengetakan, “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah” (Hadits Anas Bin Malik hal 72). Bukankah Roh Allah adalah Allah itu sendiri?

      Apakah Isa dan Bapa adalah dua Tuhan yang berbeda? Jelas tidak! Isa berkata, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    hamba allah

    |

    ~
    Terserah pada kalian umat Nasrani. Yang jelas Tuhanku hanya satu, yaitu Allah swt dan aku sangat yakin bahwa Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman. Pedomanku adalah Al-Quran, petunjuk jalan di dunia agar selamat di akhirat.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kami tentu sangat menghargai prinsip iman Anda. Bukan hak kami untuk memaksa Anda mengingkari apa yang sudah Anda imani.

      Di sini kami hanya ingin berbagi informasi bagi mereka yang ingin mencari kebenaran tentang: Apakah iman kita sudah benar? Apakah nabi yang kita ikuti dapat menjamin keselamatan kita? Apakah ‘kebenaran’ yang kita iman sebagai kebenaran, merupakan ‘Kebenaran’ yang sebenarnya datang dari Sang Pencipta Semesta?

      Menyelidiki dan mempelajari agama yang kita anut menurut kami bukan hal yang salah. Justru membuat kita dapat mempertanggung-jawabkan iman kita. Sebab iman yang kita pilih bukan iman yang lahir karena keturunan atau hanya sekedar meng-iyakan apa kata pimpinan agama. Melainkan iman yang timbul karena mendengar dan menyelidiki firman Allah.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Mz bay

    |

    Di dunia ini injil ada berapa ya?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Tentu Injil hanya ada satu. “Injil” artinya “Kabar Baik” yang menjelaskan tentang kedatangan Isa Al-Masih untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah yang kudus. Sehingga, bersama Isa Al-Masih, manusia dapat kembali menerima Kemuliaan Allah dan berhak masuk ke dalam sorga-Nya yang kudus. Karena Isa Al-Masih telah menanggung hukuman atas dosa manusia di atas kayu salib lewat kematian, kebangkitan dan kenaikannya ke sorga.

      Itulah sebabnya Isa berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).

      Inilah rahmat terbesar Allah bagi umat manusia. Apakah Anda bersedia menerima Rahmat Allah itu?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    reihan

    |

    ~
    Saya mau bertanya, Kitab Injil itu ada berapa banyak dan apa Kitab Injil itu isinya sama seluruhnya? Kitabnya yang ada di seluruh dunia saja tidak sama. Bagaimana mungkin bisa mempercayai dan meyakini ajarannya?

    Al-Quran kami hanya satu dari mulai diturunkan sampai akhir zaman, tetap sama tidak ada bedanya. Ini bukti originalitas! Sedangakan Injil sudah banyak berubah dan telah banyak dirubah sesuai kebutuhan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kitab Suci Injil hanya ada satu di seluruh dunia. Yang banyak itu adalah Kitab Suci Injil dalam berbagai macam bahasa. Misalnya, bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dll. Bahkan ada juga dalam bahasa Aceh, Minangkabau, Minahasa, dan bahasa daerah lainnya. Tentulah isi semuanya sama walau berbeda bahasa.

      Anda salah bila mengatakan Al-Quran hanya satu. Seperti halnya Injil yang diterjemahkan ke berbagai bahasa, bukankah Al-Quran ada terjemahannya? Misalnya: Bahasa Indonesia, Inggris, dll.

      Pertanyaan saya: Apakah Al-Quran berbahasa Arab dengan terjemahan isinya berbeda? Tentu tidak, bukan? Nah, demikian juga dengan Kitab Suci Injil. Walau terdapat dalam berbagai-bagai terjemahan bahasa, namun isinya tetap sama. Tidak berbeda.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Rudy

    |

    ~
    Buat apa kita berdebat, lebih baik kita jalankan ajaran agama kita masing-masing. Tidak perlu kita saling membandingkan satu ajaran dengan ajaran yang lain, yang mana ujungnya akan saling menyakiti perasaan. Bagiku agamaku, bagimu agamamu.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Iya, kami setuju dengan Anda. Kita tidak perlu saling berdebat. Tapi tidak salah bukan bila kita sama-sama belajar tentang agama kita satu sama lain? Sehingga kita dapat semakin mendalami iman kita, dan juga mengerti iman sesama. Sehingga tidak ada kesalapahaman yang mendorong kita memberi nilai negatif terhadap iman orang lain.

      Dalam forum ini kami selalu mengedepankan ajaran Isa, yaitu saling mengasihi satu sama lain. Kiranya demikian juga dengan pengunjungnya.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    eka Prasetya

    |

    ~
    Salam damai beragama yang sudah pasti sebagai saudara kita mengakui yang awalnya semua dari Nabi Adam AS. Jadi di sini saya tidak mau membahas soal keunggulan dan kebenaran agama kita masing masing. Karena pasti tidak ada agamanya disalahakan. Tapi di sini saya hanya ingin membahas bagaimana kita dalam menjalankan agama.

    Pembahaasan pertama, bagaimana ceritanya ketika kita masuk ke rumah Allah yang suci untuk beribadah tapi kita tidak melepas alas kaki yang kotor?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kadang-kadang melepas sepatu dapat dianggap sebagai tanda kehormatan. Tetapi orang Nasrani tidak menganggap gereja tempat suci, tempat kediaman Allah. Sehingga melepaskan sepatu bukan salah satu cara menghormati Allah. Namun ada Gereja Indonesia yang tata ibadahnya lesehan. Sehingga mereka perlu melepas sepatu.

      Kita beribadah agar semakin mengenal Allah, bukan? Menurut Kitab Injil cara mengenal Allah ialah melalui Isa Al-Masih. Isa sendiri berfirman, “Tidak ada seorang pun datang kepada Sang Bapa [Allah] kecuali melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Demikian ibadah yang benar adalah ibadah yang membawa kita ke hadirat Allah! Bukan dengan cara melepaskan sepatu.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Surya

    |

    ~
    Tuhan itu maha segalanya. Manusia itu ciptaan Dia. Untuk masukkan manusia ke sorga cukup membuka pintu sorga dan masukkan manusia di sana.

    Agar manusia tidak berdosa, cukup membuat produk manusia bersih tanpa dosa. Sehingga Tuhan tidak perlu repot-repot harus berkorban untuk manusia ciptaan- Nya sendiri.

    Saya tidak percaya Tuhan sebodoh itu. Dalam pemahaman Anda, semua manusia yang mengimani Yesus sebagai Tuhannya pasti masuk sorga. Termasuk kalau ada yang baru saja memperkosa istri Anda. Dosanya sudah ditebus Yesus, bukan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Iman kekristenan mengajarkan keselamatan diperoleh dari kasih karunia Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Tapi, kehidupan kekristenan tidak berhenti sampai di situ. Sebagai wujud dari imannya, dia harus hidup sepenuhnya dalam kehendak-Nya. Dengan kata lain, hidup sesuai kebenaran firman Allah.

      “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

      Bagaimana dengan orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan atau masih berdosa? Firman Allah berkata, “Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23).

      Seseorang yang ingin mendapatkan hidup kekal, pertama yang harus dilakukan adalah menerima dan mengimani Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dalam dirinya. Setelah itu, hidup dalam pertobatan atau hidup sesuai kebenaran firman Allah.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Rico

    |

    ~
    Allah itu maha adil dan pemberi rahmat, tapi sangat tidak pantas bila berkorban bagi si pendosa. Sangat tidak masuk di akal bila Anda-Anda semua mengaku beriman dengan hari akhirat dan pembalasan nanti. Yang benar itu Anda harus siap-siap dihisab dan diadili sesuai dengan dosa dan amalan masing-masing.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Menurut kami hanya orang-orang yang sombonglah yang menolak anugerah keselamatan yang sudah Allah sediakan. Tentu Allah jauh lebih tahu nasib kekal umat-Nya dibandingkan umat itu sendiri. Allah jauh lebih tahu bahwa tidak seorang pun manusia yang dapat mengusahakan sendiri keselamatannya.

      Tapi itulah manusia. Mereka merasa lebih pintar dari Allah sehingga menolak anugerah dari-Nya.

      Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

      Hendaklah kita jangan menjadi bagian dari orang-orang yang takabur yang berakhir dalam kebinasaan kekal.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Bojjes

    |

    ~
    Apakah yang kalian katakan itu tidak benar. Saya Islam, tidak ada yang namanya penebusan dosa. Dosa kalian yang berbuat, ya kalian sendiri yang harus menebusnya. Dengan cara apa? Dengan amal perbuatan baik, mentaati perintah sang pencipta Allah swt.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Benarkah dengan amal dan perbuatan baik dapat menebus dosa seseorang? Dan, apakah ada orang yang dapat mentaati seluruh perintah Allah secara 100% tanpa melanggarnya? Saya tidak yakin akan hal itu.

      Setaat apapun seseorang, pasti akan jatuh dalam dosa. Dan Allah tidak akan membiarkan dosa masuk ke dalam sorga-Nya yang kudus.

      Sebagaimana dalam kitab suci Anda dikatakan “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81). Bagaimana Anda menanggapi hal itu?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Agus

    |

    ~
    Ilustrasi yang sangat bagus.

    Singkat saja. Isa putra Maria, manusia yang sangat tinggi kasih sayangnya. Itulah sifat Allah, pada diri kita juga semua ada.

    Isa mengorbankan diri-Nya untuk melindungi pengikut-Nya, karena merasa bertanggung-jawab sebagai pemimpin, guru, dan orang tua bagi pengikut-Nya, dari hukuman orang yang menentang akan pengajaran tentang kasih sayang pada sesama manusia.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Terimakasih untuk apresiasiyang Anda berikan.

      Sedikit koreksi dari kami. Isa Al-Masih datang ke dunia bukan untuk sekedar melindungi umat-Nya dari orang yang menentang pengajaran kasih sayang. Lebih daripada itu, Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menjadi ‘korban.’ Sehingga melalui pengorbanan-Nya di salib, manusia berdosa mendapatkan kembali kemuliaan Allah yang sudah terputus akibat dosa.

      Itulah tujuan utama kedatangan Isa Al-Masih ke dunia. Sebagaimana yang Ia katakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Oppo rahmat

    |

    ~
    Bismillah,

    Saya orang biasa saja. Jelas menjadi ketetapan Allah SWT. Tuhan maha adil. Dia mau mengampuni mau mengazab adalah hak mutlak Allah. Bila ada orang yang berdosa sangat banyak sampai tak terbayangkan bahkan tak terhingga (hanya kiasan karena dosa manusia pasti bisa dihitung Allah yang maha tahu. Kalau ada Tuhan tidak bisa hitung bukan tuhan namanya). Kasih Allah masih besar dan bahkan tak terbayangkan (yang ini tidak ada manusia yang bisa hitung. Kalau bisa hitung, dia bukan manusia).

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Kami setuju dengan pendapat Anda di atas. Allah maha besar kasih-Nya. Hanya Dia yang dapat mengampuni dosa manusia. Manusia sendiri mustahil dapat menghapus dosa-dosanya, sekalipun dia berusaha sekuat tenaga mengumpulkan pahala sebanyak mungkin.

      Itulah sebabnya firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Benny

    |

    ~
    Saya salut dengan staf Isa dan Islam, pengetahuan Anda tentang Al-Quran dan Injil begitu mendalam. Anda begitu memahami setiap isi di dalam kitab-kitab tersebut. Dan saya yakin dengan kecerdasan Anda pasti Anda tahu yang benar dan yang salah.

    Jika kita beli barang dari yang asli dan palsu, kita pasti pilih yang asli. Seperti itu pun kitab yang asli (dari kutub utara sampai kutub selatan) sama isi maupun tulisan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Benny,

      Terimakasih untuk pujian Anda!

      Anda benar, setelah kami mempelajari Al-Quran dan Injil, kami semakin tahu bahwa kebenaran dari Allah mutlak adanya. Tidak akan berubah, juga tidak memerlukan penyempurnaan. Karena firman-Nya sempurna adanya.

      Karena kami beriman bahwa firman Allah itu sempurna adanya, maka kami menolak Al-Quran yang disebut sebagai kitab penyempurna. Karena, bila kami menerima kitab tersebut, bukankah sama saja dengan kami meragukan kesempurnaan firman Allah sebelumnya?
      ~
      Saodah

  • Avatar

    yuli

    |

    ~
    Alhamdulillah, sungguh besar karunia Allah swt yang menciptakan malaikat, manusia, dan syetan. Tidak akan ada yang paham tentang ciptaan-Nya.

    Malaikat adalah malaikat, yaitu tugasnya menyampaikan, mencatat perbuatan manusia, menjaga pintu syurga dan neraka. Manusia adalah manusia yang menerima wahyu dari Allah, menjalankan perintah Allah.

    Syetan adalah syetan yang memiliki tugas untuk merayu/menggoda agar manusia kekal bersamanya di dalam api neraka.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Seperti yang Sdr. Yuli katakan di atas, yang mana syetan akan terus menggoda manusia untuk selalu jatuh dalam dosa. Sehingga manusia akan selamanya hidup dalam dosa.

      Di sisi lain, Allah menginginkan manusia suci 100% agar dapat masuk ke sorga-Nya yang kudus. Sebab Allah kudus, maka Ia tidak mengijinkan setitik dosa pun masuk ke sorga-Nya yang kudus itu.

      Dalam kondisi seperti ini, menurut Sdr. Yuli adakah manusia yang dapat mengusahakan sendiri keselamatannya? Adakah manusia yang mampu membersihkan dosa-dosanya lewat pahala dan ibadahnya? Menurut saya, mustahil!

      Itulah sebabnya semua manusia membutuhkan kasih karunia Allah. Sehingga melalui kasih karunia-Nya itu, kita dapat dibersihkan dari dosa dan berhak masuk ke sorga-Nya yang kudus.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Hamba Allah

    |

    ~
    Bila seluruh dosa kita bisa ditanggung orang lain, maka berbuat dosalah sesuka hatimu.

    Kalau begitu tidak perlu ada sekolah, agama untuk membimbing agar manusia beradab, beriman. Bukankah yang baik dan yang jahat akhirnya bisa masuk surga?

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Hamba Allah,

      Maaf bila kami mengatakan pandangan Anda tersebut sangat keliru. Mengapa?

      1) Sekalipun Isa Al-Masih wafat disalib guna memberi jaminan keselamatan bagi manusia berdosa, tetap saja manusia menolak.

      Pada hal Kitab Suci Allah sudah sangat jelas berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Kitab Para Rasul 4:12).

      2) Ketika Anda ditolong oleh seseorang, apakah Anda akan kembali melakukan kesalahan yang sama, dengan alasan bahwa orang itu akan menolong Anda lagi? Tentu tidak, bukan?

      Demikian juga ketika seseorang sudah menerima jaminan keselamatan dalam Isa Al-Masih. Sebagai bukti bahwa orang itu sudah menjadi pengikut Isa, maka ia harus hidup sesuai ajaran Isa Al-Masih yang tertulis dalam Kitab Suci Allah.
      ~
      Saodah

  • Avatar

    amadginting

    |

    ~
    Tuhan menurut Islam, Dialah Allah pencipta segala zat. Dialah pemilik dari segala hal, pemilik langit da bumi dan kerajaan sorga.

    Tuhan menurut Kristen? Tuhan Muhammad adalah Allah. Tuhan Isa adalah Allah Bapa di sorga. Tuan Yesus dialah roh kudus zat yang dititiskan dalam rahim Maria seabgai Juruselamat bagi umat manusia.

    Tuan menurut Islam adalah nabi. Nabi menurut Kristen adalah tuan. Muhammad bukan Tuhan tapi, Tuhan Muhammad juga ada dan boleh juga Muhammat kita beri nama Tuan Muhammad.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Amad Ginting,

      Perbedaan antara “Tuhan” dan “tuan” memang sangat jauh. Kata “Tuhan” jelas tidak dapat disematkan bagi Muhammad. Tapi kata “tuan” dapat disematkan kepada Muhammad.

      Bagaimana dengan Isa Al-Masih/Yesus Kristus? Baik kata “Tuhan” maupun “Tuan” dapat disematkan kepada Dia. Karena memang Isa adalah Tuhan sejak dalam kekekalan, dan kala di dunia, Isa pun dapat dipanggil dengan sebutan “tuan.”

      “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:11).
      ~
      Saodah

  • Avatar

    Odi

    |

    ~
    Video ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Raja atau Tuhan dalam video ini adalah raja yang tidak tegas dalam keadilan. Dengan mengorbankan diri raja, berarti raja membela pelaku kejahatan. Dengan begitu kejahatan akan tetap hidup. Karena pelaku kejahatan berpikir dosa mereka sudah ditebus.

    Tuhan tidak akan memberi contoh baik atau buruk pada manusia, dengan cara menjelma sebagai manusia. Tuhan mengutus nabi dan rasul-Nya untuk mnyampaikan firman-Nya. Kalau Tuhan menjelma sebagai manusia yang baik hati, bisa jadi semua orang baik di dunia ini adalah Tuhan.

    • Avatar

      Staff Isa dan Islam

      |

      ~
      Sdr. Odi,

      Itulah perbedaan antara ajaran Isa Al-Masih dengan Muhammad. Apa yang dilakukan raja dalam video tersebut, adalah gambaran pengorbanan Isa Al-Masih disalib. Isa tahu bahwa manusia tidak akan dapat menyelamatkan diri dari hukuman neraka akibat dosa. Maka dari itu, Isa Al-Masih datang dari sorga ke dunia, untuk menyelamatkan manusia berdosa.

      Setelah Anda diselamatkan, apakah lantas Anda akan berbuat sesukanya karena dosa Anda sudah ditebus? Jika ada pengikut Isa yang berpikiran seperti itu, maka orang tersebut tidak layak disebut sebagai pengikut Isa.

      Karena pengikut Isa sejati adalah mereka yang meneladani kasih Isa Al-Masih. “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa” (Injil, Surat Roma 6:6).
      ~
      Soadah

Tinggalkan komentar


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Penonton yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
  2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari tiga pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir video.
  3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
  4. tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
  5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
  6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam


 huruf tersedia

Bulletin Berkala Isa dan Al-Fatihah

Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran
 
 

Kami mengirim email berkala. Anda bisa keluar kapan saja
Kebijakan privasi kami melindungi keamanan email Anda 100%

Video Isa dan Islam di Facebook

Tweet Terbaru

Mana Yang Asli, Kitab Allah atau Al-Quran? - Gabungan youtu.be/FG54Q9Ex6H0 #isadanislam