Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyembelih hewan qurban pada hari Raya Idul Adha. Tapi, apakah kita benar-benar memahami maknanya?
Tonton video ini sampai selesai. Agar Anda dapat mengerti tentang makna ketaatan dan pengorbanan.
Bila Anda mempunyai pertanyaan atau pandangan lain, silakan mengemail staff kami atau kirimkan pertanyaan singkat Anda lewat WA/SMS ke 0812-9530-4930.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut. Sebelum Anda menjawab, pastikan Anda terlebih dahulu melihat video di atas:
- Menurut Anda, mengapa kebanyakan Muslim di Indonesia mengorbankan seekor hewan setiap Idul Adha?
- Mengapa para nabi pada zaman Taurat mempersembahkan korban?
- Mengapa pengorbanan hewan tidak cukup sebagai penghapus dosa kita?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, baik dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-8100-0718.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

~
Semua para nabi sebelum Yesus dan Yesus sendiri mengajarkan cukup bertobat dosamu akan diampuni dan mengkorbankan hewan binatang peliharaan. Sekarang dimana data dalilnya Tuhan minta darah manusia? Karena justru yang tertulis jelas di Bible yang minta korban manusia hanya dewa moloch.
~
Saudara Akal,
Menarik sekali pendapat saudara. Membaca Alkitab secara menyeluruh akan menolong saudara mengetahui bahwa Allah menghendaki kurban yang sempurna dan suci. Pertanyaannya adalah apakah ada manusia yang suci?
Jika tidak ada manusia yang suci, maka Allah sendiri yang menyediakan kurban tersebut. Hal ini sama dengan kurban yang disediakan Allah untuk mengganti anak dari Nabi Ibrahim. Itu sebabnya, Isa Al-Masih nuzul ke dunia untuk menolong manusia karena Isa Al-Masih sempurna dan suci.
Isa Al-Masih berfirman, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Ini menegaskan bahwa Isa Al-Masih merelakan diri-Nya menjadi kurban yang sempurna dan suci.
Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma