Dapatkah Umat Beragama Percaya Pada Dukun? – Gabungan

Hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia serta berbagai agama dan kepercayaan, ada yang percaya kepada dukun. Berbagai alasan mengapa mereka harus menemui dukun. Misalnya menderita sakit yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, keinginan yang tidak kunjung terkabul, agar berhasil dalam pekerjaan, dll.

Menurut Kitab Allah, semua jenis praktek dukun merupakan perbuatan yang sangat tercela karena berhubungan dengan kuasa kegelapan.  

Pada episode ini, video “Lika-Liku Keluarga Ahmad Soeparno” mengangkat tema mengenai “Dapatkah Umat Beragama Percaya Pada Dukun?” Ilustrasi dalam video ini menjelaskan bagaimana pandangan Kitab Allah terhadap praktek perdukunan.

 

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Anda, apakah dukun yang terlihat agamis dan menggunakan atribut-atribut agama dalam prakteknya dapat dipercaya?
  2. Bagaimana pandangan Anda tentang orang-orang yang kelihatan “berhasil” keluar dari masalahnya setelah “ditolong” oleh dukun?
  3. Setujukah Anda bahwa sebagai umat beragama kita bisa percaya kepada dukun? Jelaskan alasan Anda!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-81000-718.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Tinggalkan komentar


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Penonton yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
  2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari tiga pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir video.
  3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
  4. tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
  5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
  6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam


 huruf tersedia

Bulletin Berkala Isa dan Al-Fatihah

Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran
 
 

Kami mengirim email berkala. Anda bisa keluar kapan saja
Kebijakan privasi kami melindungi keamanan email Anda 100%

Video Isa dan Islam di Facebook

Tweet Terbaru

Sebagai seorang pria, bagaimana perspektif seorang pria yang mengasihi dan menghormati isterinya setelah isterinya tidak mematuhi perintahnya? isadanislam.org/etika-islam-k…