Rasisme bukan hanya tentang kebencian. Tapi juga ketidakadilan, ketidakseimbangan kekuasaan, dan stereotip yang merugikan.
Saya adalah korban rasisme sejak Sekolah Dasar yang saya terima dari teman-teman Muslim saya sendiri.
Berikut ini kisah saya dalam menemukan jawaban dari persoalan rasisme.
Anda akan menemukan jawabannya lewat video berikut.
Bila Anda mempunyai pertanyaan atau pandangan lain, silakan mengemail staff kami atau kirimkan pertanyaan singkat Anda lewat WA/SMS ke 0812-9530-4930.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Anda mengapa ada penekanan kuat keunggulan bangsa Arab dan suku Quraisy dari suku lainnya?
- Mengapa ada begitu banyak pernyataan tegas terhadap suku Badui dan orang Yahudi dalam Al-Quran dan Hadits?
- Bagaimana pendapat Anda mengenai ajaran kasih Isa Al-Masih sebagai panduan hidup manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan SMS ke: 0812-9530-4930.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

~
Informasi Narasi tentang Islam tidak benar dan tidak valid.
~
Saudara Orang Islam,
Kami menghargai pendapat saudara di atas. Kami sangat senang bila saudara dapat menjelaskan bagian mana dari narasi tentang Islam yang tidak benar.
Kami menghargai setiap agama. Walaupun kami perlu menyampaikan yang benar tentang Isa Al-Masih dari kitab suci Injil.
Kitab suci Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih yang dapat menolong manusia diterima Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
Saya kira Anda kurang tepat memberikan tuduhan kepada pihak yang Anda kritik.
~
Saudara Sulio,
Kami sangat senang dengan tulisan saudara. Alangkah lebih baik bila saudara menjelaskan apa yang dimaksud saudara dengan tuduhan kami.
Kami menuliskan sesuai dengan yang tertulis dalam kitab suci Injil. Isa Al-Masih berfiman bahwa Isa Al-Masih yang dapat memberikan kepastian selamat di akhirat (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
Dimana letak Keadilan Tuhan bila bayi dan hewan dibunuh dalam 1 Samuel 15:2-3. Rasis dan genosida terhadap suku Amalek. Dimanakah letak kasih-Nya?
~
Saudara Chandra,
Terima kasih untuk pertanyaan saudara yang menarik. Kami bisa memahami pemikiran saudara. Kami yakin bahwa kita sepakat jika Allah itu Maha kasih dan Maha adil.
Kasih dan keadilan Allah bukan berarti membiarkan ketidakbenaran. Allah tidak menyetujui tindakan bangsa Amalek yang menyerang bangsa Israel saat keluar dari Mesir. Itu terjadi ratusan tahun sebelum perintah untuk memerangi bangsa Amalek turun.
Artinya Allah tetap menunjukkan kasih-Nya kepada bangsa Amalek. Itu sebabnya, Allah nuzul ke dunia untuk menolong manusia selamat di akhirat. Artinya setiap orang berhak menerima kasih Allah. Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma
~
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”
1 Samuel 15:3, “Jadi, pergilah dan seranglah orang Amalek dan hancurkanlah segala milik mereka. Janganlah tinggalkan sesuatu apa pun; bunuhlah semua orang laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi; juga sapi, domba, unta dan keledai.โ Dimana letak salahnya binatang tersebut?
~
Saudara Chandra,
Terima kasih saudara untuk pertanyaannya. Membaca ayat itu perlu juga melihat riwayat perintah itu di zaman Musa (Kitab Taurat, Keluaran 17:8-14; Ulangan 25:17-19).
Orang Amalek menyerang dan membunuh bangsa Israel ketika dalam kondisi lemah dan tanpa ada alasan yang jelas (Taurat, Ulangan 25:17-19). Ini merupakan tindakan keji. Tetapi Allah menghukum bangsa Amalek ratusan tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Artinya Allah tetap menunjukkan kasih sayang-Nya dengan tidak langsung membinasakan bangsa itu. Allah memandang bahwa semua manusia adalah sama dan setara. Itu sebabnya, Allah berkenan nuzul ke dunia dan menjadi manusia untuk menolong manusia selamat di akhirat, yaitu Isa Al-Masih.
Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma